Succession Planning dan Talent Management Strategy Studi Kasus LPPMB UNPAM
Dalam sebuah organisasi, sumber daya manusia memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan dan pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, organisasi perlu mempersiapkan karyawan yang memiliki kemampuan dan potensi untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar di masa depan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui succession planning dan talent management.
Succession planning atau perencanaan suksesi merupakan proses untuk mengidentifikasi dan mempersiapkan karyawan yang berpotensi mengisi posisi penting atau kepemimpinan di masa mendatang. Sementara itu, talent management merupakan proses mengidentifikasi, mengembangkan, menempatkan, dan mempertahankan karyawan yang memiliki kemampuan serta potensi yang dibutuhkan organisasi. Keduanya saling berkaitan karena talent management membantu organisasi menemukan dan mengembangkan talenta, sedangkan succession planning mempersiapkan talenta tersebut untuk mengisi posisi strategis.
Dalam pengelolaan talenta, organisasi perlu memperhatikan High Potential Employee (HiPo), yaitu karyawan yang tidak hanya memiliki kinerja baik, tetapi juga memiliki kemampuan belajar, beradaptasi, motivasi untuk berkembang, sikap proaktif, serta kemampuan bekerja sama. Karyawan seperti ini dapat dikembangkan melalui pelatihan, coaching, mentoring, job rotation, dan pemberian tanggung jawab yang lebih besar agar siap menjadi calon pemimpin.
Penerapan konsep tersebut dapat dilihat pada LPPMB Universitas Pamulang. LPPMB UNPAM ini masih menjalankan talent management secara informal dan belum memiliki sistem khusus yang mengatur pengelolaan talenta. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain yaitu kesulitan dalam memperoleh talent yang sesuai, dan adanya karyawan yang merangkap sebagai talent sehingga beban kerja meningkat. Meskipun demikian, LPPMB UNPAM telah melakukan beberapa upaya dalam mengelola dan memenuhi kebutuhan talent, seperti bekerja sama dengan talent dari bidang lain, memanfaatkan karyawan internal sebagai talent, serta memberikan tanggung jawab tambahan untuk menambah pengalaman.
Agar pengelolaan talenta lebih optimal, LPPMB UNPAM dapat melakukan pemetaan karyawan berdasarkan kinerja, kompetensi, dan potensi, kemudian memberikan program pengembangan calon pemimpin secara bertahap. Selain itu, succession planning dapat diterapkan dengan menentukan posisi penting dan menyiapkan beberapa kandidat penerus. Pembagian tugas juga perlu diperjelas agar tanggung jawab tambahan sebagai talent tidak menimbulkan beban kerja yang berlebihan.
Dengan demikian, succession planning dan talent management dapat membantu organisasi mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk kebutuhan saat ini maupun masa depan. Penerapan yang terencana juga dapat membantu organisasi mengembangkan karyawan, mempertahankan talenta, dan mengurangi risiko ketika terjadi kekosongan pada posisi penting.
Penulis:
- Dian try Melaty (Mahasiswa Universitas Pamulang)
- Fathia Azzahra Sofianti (Mahasiswa Universitas Pamulang)
- Muhamad Fatir (Mahasiswa Universitas Pamulang)
- Nur Hasanah Lubis (Mahasiswa Universitas Pamulang)
- Tegar Saputra Dermawan (Mahasiswa Universitas Pamulang)
