July 1, 2026

Kerugian Akibat Scam di Indonesia Sentuh Rp7,5 Triliun, Wamen Nezar Patria Dorong Anti-Scam di Telekomunikasi

0
Wamenkomdigi Nezar Patria saat menerima audiensi Kaspersky di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (30/06/2026). Foto: Pey HS/Komdigi

Wamenkomdigi Nezar Patria saat menerima audiensi Kaspersky di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (30/06/2026). Foto: Pey HS/Komdigi

Jakarta – Angka kerugian masyarakat Indonesia akibat penipuan digital terus meningkat dan mencapai angka yang mengkhawatirkan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut total kerugian dari kasus spam dan scam telah menyentuh Rp7,5 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Nezar Patria saat menerima audiensi dari perwakilan Kaspersky di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026). Ia menekankan pentingnya langkah konkret untuk melindungi konsumen digital di tengah maraknya modus penipuan yang semakin canggih.

Menurut data yang dirujuk dari Global Anti-Scam Alliance, nilai kerugian tersebut menunjukkan betapa seriusnya ancaman scam saat ini. Nezar Patria menyampaikan keprihatinannya, terutama terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan.

“Para lansia kasihan. Banyak sekali yang kena scam dan spam. Scam yang paling bahaya dengan menelepon sebagai orang lain. Sekarang makin canggih karena bisa meniru suara orang bahkan meniru suara-suara pejabat pakai AI,” ujarnya.

Teknologi kecerdasan buatan (AI) memungkinkan pelaku kejahatan hanya mengetik teks, kemudian suara tersebut langsung diputar ulang dengan mimikry yang sangat mirip aslinya. Hal ini membuat masyarakat semakin sulit membedakan antara panggilan asli dan penipuan.

Dorong Implementasi Fitur Anti-Scam

Untuk menekan angka kerugian tersebut, pemerintah mendorong seluruh perusahaan telekomunikasi untuk segera mengimplementasikan fitur pelindungan anti-scam. Langkah ini bisa berupa aplikasi khusus atau sistem lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing operator.

“Pemerintah mendorong agar seluruh perusahaan telekomunikasi melindungi para konsumen dengan mengimplementasikan fitur anti-scam, baik dalam bentuk aplikasi atau bentuk lain,” tegas Nezar Patria.

Ia juga menyarankan agar perusahaan melakukan asesmen mandiri terlebih dahulu sehingga solusi yang diterapkan sesuai dengan model bisnis dan infrastruktur yang dimiliki.

Kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, dan perusahaan teknologi keamanan siber seperti Kaspersky diharapkan dapat memperkuat ekosistem digital Indonesia yang lebih aman. Dengan langkah preventif ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi lansia, dapat terlindungi dari ancaman penipuan digital yang terus berevolusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *