Sekolah di Era Digital: Mengapa Visi dan Misi Tidak Boleh Lagi Sekadar Formalitas?
Di tengah derasnya arus digitalisasi, sekolah tidak lagi cukup hanya menjalankan rutinitas belajar-mengajar. Perubahan teknologi, karakter peserta didik, serta tuntutan masyarakat menuntut sekolah memiliki arah yang jelas dan terencana. Arah tersebut tertuang dalam visi, misi, dan tujuan sekolah.
Sayangnya, hingga kini masih banyak sekolah yang memandang visi dan misi hanya sebagai pelengkap dokumen akreditasi. Padahal, jika dirumuskan dengan tepat, visi, misi, dan tujuan sekolah dapat menjadi kompas utama dalam menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital.
Visi dan Misi Adalah Arah, Bukan Slogan
Visi menggambarkan cita-cita sekolah di masa depan. Misi menjelaskan langkah-langkah strategis untuk mencapainya, sedangkan tujuan sekolah menjadi target nyata yang dapat diukur. Ketiganya harus saling berkaitan dan menjadi dasar pengambilan keputusan di sekolah.
Dr. Imas Masriah, S.Pd., M.Pd. menekankan bahwa visi, misi, dan tujuan sekolah yang dirumuskan secara partisipatif akan lebih mudah dipahami dan dijalankan oleh seluruh warga sekolah. Ketika guru, tenaga kependidikan, dan orang tua dilibatkan, maka visi dan misi tidak lagi terasa sebagai “perintah dari atas”, melainkan sebagai kesepakatan bersama.
Mengapa Harus Disesuaikan dengan Era Digital?
Transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek pendidikan. Proses pembelajaran kini tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai platform digital. Guru dituntut kreatif, peserta didik dituntut mandiri, dan sekolah dituntut adaptif.
Oleh karena itu, visi dan misi sekolah perlu diperbarui agar selaras dengan perkembangan zaman. Visi yang terlalu umum dan tidak menyentuh aspek digital berpotensi membuat sekolah tertinggal. Sebaliknya, visi yang futuristik namun tetap realistis akan membantu sekolah melangkah lebih terarah.
Pentingnya Pendekatan Partisipatif
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah perumusan visi dan misi yang hanya dilakukan oleh segelintir orang. Padahal, pendekatan partisipatif menjadi kunci keberhasilan perencanaan strategis sekolah.
Melibatkan guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan orang tua memungkinkan visi dan misi disusun berdasarkan kondisi nyata sekolah. Pendekatan ini juga menumbuhkan rasa memiliki, sehingga implementasi visi dan misi dapat berjalan lebih efektif.
Integrasi Transformasi Digital dalam Visi Sekolah
Transformasi digital tidak sekadar berarti penggunaan gawai atau aplikasi pembelajaran. Lebih dari itu, transformasi digital menyangkut perubahan pola pikir, budaya kerja, dan sistem pengelolaan sekolah.
Visi dan misi sekolah idealnya memuat komitmen terhadap:
- Peningkatan literasi digital guru dan peserta didik
- Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran
- Digitalisasi layanan administrasi sekolah
- Pengambilan keputusan berbasis data
Dengan demikian, transformasi digital menjadi bagian dari strategi sekolah, bukan sekadar tren sesaat.
Contoh Rumusan yang Sederhana dan Relevan
Visi:
Menjadi sekolah unggul yang berkarakter, adaptif, dan berdaya saing di era digital.
Misi:
- Menyelenggarakan pembelajaran inovatif berbasis teknologi dan nilai karakter.
- Meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan.
- Mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis digital.
Tujuan:
- Meningkatkan literasi digital guru dan peserta didik secara bertahap.
- Mewujudkan pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik.
Penutup
Merumuskan visi, misi, dan tujuan sekolah bukanlah pekerjaan sekali selesai. Dokumen ini perlu dievaluasi dan disesuaikan dengan dinamika perkembangan pendidikan. Dengan pendekatan manajemen strategik dan transformasi digital sebagaimana dikembangkan oleh Dr. Imas Masriah, sekolah dapat memiliki arah yang jelas, relevan, dan berkelanjutan.
Visi dan misi yang hidup akan membantu sekolah tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah perubahan zaman
Daftar Pustaka (Format APA)
Masriah, I., Dita, D. A., & Rizky, R. (2025). Strategi partisipatif perumusan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan berbasis analisis rapor pendidikan sekolah. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(1), 45–56.
Masriah, I. (2023). Manajemen strategik pendidikan dalam menghadapi transformasi digital. Bandung: Alfabeta.

Penulis
Oleh : Dianasyah Putri ( 251012700091 )
Magister Manajemen Pendidikan
Pascasarjana Universitas Pamulang
Mata Kuliah: Manajemen Strategik Pendidikan
& Transformasi Digital
Dosen Pengampu: Dr. Imas Masriah, S.Pd., M.Pd.
