June 11, 2026

Dom Analytics: Satu Dashboard untuk Semua Keputusan Bisnis Anda 

0

Bayangkan anda adalah seorang manajer kafe. Setiap pagi, sebelum bisa tahu menu apa yang  paling laku kemarin, anda harus membuka file Excel dari mesin kasir, menyusunnya secara  manual, lalu mencoba membaca tren dari angka-angka mentah yang bertumpuk. Sementara  itu, stok susu segar di kulkas sudah mulai menipis tanpa ada yang menyadarinya, sampai  akhir pekan tiba dan 15% persediaan terbuang begitu saja karena kadaluarsa. Inilah realita yang dialami oleh banyak pelaku bisnis kuliner skala UMKM. Data ada, tapi  tidak berbicara. Informasi ada, tapi terkubur di balik spreadsheet yang melelahkan. Dom Analytics hadir untuk mengubah itu. 

Apa Itu Dom Analytics? 

Dom Analytics adalah aplikasi Business Intelligence (BI) berbasis web yang dirancang untuk  membantu pemilik UMKM dan manajer memahami data bisnis mereka secara cepat, visual,  dan tanpa perlu keahlian teknis khusus. 

Aplikasi ini lahir dari kerja praktek nyata di DOM Social Hub, sebuah kafe di Tangerang  yang menghadapi kendala klasik: data transaksi harian tersimpan di sistem kasir (POS Griyo)  dalam format CSV mentah, tapi tidak ada cara mudah untuk membacanya secara visual dan  real-time. Hasilnya, keputusan bisnis sering diambil berdasarkan insting, bukan data.  Pemborosan stok bahan baku mencapai 10-15%, dan laporan harian selalu terlambat. Dom Analytics dibangun sebagai jawaban konkret atas permasalahan tersebut, menggunakan  teknologi modern berbasis Laravel, Next.js, Tailwind CSS, dan Chart.js

Gambar 1. Dashboard utama Dom Analytics

Masalah yang Dom Analytics Selesaikan 

Sebelum bicara fitur, mari kita jujur soal tantangan yang sering dihadapi bisnis kuliner dan  UMKM: 

• Data transaksi tersimpan mentah di file CSV atau Excel, butuh pengolahan manual  berjam-jam 

• Tidak ada cara mudah untuk memantau performa penjualan harian secara visual • Stok bahan baku sulit dipantau, berujung pada pemborosan atau kelangkaan  mendadak 

• Tidak ada gambaran ke depan, bisnis hanya reaktif bukan proaktif 

• Laporan untuk evaluasi selalu terlambat karena bergantung pada proses manual Dom Analytics menjawab semua ini dengan satu prinsip sederhana: unggah data anda, dan  biarkan dashboard yang berbicara. 

Fitur-Fitur Utama Dom Analytics 

1. Import Data dari POS (CSV/Excel) 

Langkah pertama menggunakan Dom Analytics sangat mudah. Kasir atau manajer cukup  mengunggah file ekspor dari sistem kasir ke dalam aplikasi melalui fitur drag-and-drop.  Sistem akan memproses data di latar belakang secara otomatis tanpa membuat tampilan  aplikasi melambat. 

Gambar 2. Halaman Import Data 

2. Key Performance Indicators (KPI) dalam Satu Pandang Di bagian atas dashboard, Dom Analytics menampilkan angka-angka paling penting secara  besar dan jelas: Gross Revenue (Pendapatan Kotor), Net Profit (Laba Bersih), Profit 

Margin, dan status kesehatan bisnis secara keseluruhan. Tidak perlu scroll ke mana-mana  karena semua metrik kunci langsung terlihat begitu dashboard dibuka. 

3. Visualisasi Data yang Interaktif 

Data mentah susah dibaca. Dom Analytics menyajikannya dalam berbagai bentuk grafik yang  langsung bisa dipahami sekilas: 

Line Chart untuk melihat tren pendapatan per kategori produk dari bulan ke bulan • Donut Chart untuk melihat proporsi kuantitas produk yang terjual 

Bar Chart untuk rata-rata pendapatan harian beserta tumpukan kategori penjualan • Heatmap Peak Hours untuk melihat jam dan hari tersibuk di kafe secara visual

Gambar 3. Contoh tampilan heatmap peak hours dan line chart tren penjualan bulanan 

4. Filter Dinamis (Slicer) 

Ingin lihat data penjualan bulan lalu saja? Atau performa satu kategori produk tertentu?  Cukup geser filter, dan seluruh dashboard langsung menyesuaikan secara real-time. Tidak  ada loading lama, tidak ada rumus Excel yang perlu diubah. 

5. Drill-Down dan Drill-Through 

Klik grafik penjualan bulan Januari, langsung muncul daftar transaksi detail di bulan itu. Klik  nama produk tertentu, lihat riwayat penjualannya. Investigasi data jadi secepat klik, tanpa  perlu membuka file lain.

Gambar 4. Tampilan Sebelum Drill-Down 

Gambar 5. Tampilan Setelah Drill-Down 

6. Stock Alert dan Inventory Monitoring 

Ini salah satu fitur paling kritis. Dom Analytics memantau stok bahan baku secara real-time  dan memberikan peringatan dini otomatis ketika stok mendekati batas aman. Panel alert  akan berubah merah dan menampilkan nama bahan baku yang kritis, misalnya susu segar  atau gula aren cair, jauh sebelum stok benar-benar habis.

Gambar 6. Panel Inventory Alert 

7. Forecasting Sederhana 

Dom Analytics tidak hanya menampilkan data masa lalu. Menggunakan metode Simple  Moving Average (SMA), aplikasi ini memprediksi estimasi pemakaian bahan baku dan tren  penjualan beberapa periode ke depan. Cocok untuk perencanaan stok, penentuan jumlah staf  masuk, atau antisipasi lonjakan permintaan di akhir pekan. 

8. Bundling Suggestions 

Fitur analitik cerdas yang mendeteksi pasangan produk yang paling sering dibeli dalam satu  struk. Misalnya sistem menemukan bahwa Americano dan French Fries sering dipesan  bersamaan, maka Dom Analytics akan merekomendasikannya sebagai kandidat promo paket.  Keputusan promosi yang biasanya hanya berdasarkan intuisi, kini berbasis data transaksi  nyata. 

9. Ekspor Dashboard 

Perlu presentasi ke pemilik atau investor? Satu klik, dashboard langsung tersimpan sebagai  PDF atau PNG, siap dibagikan tanpa perlu screenshot manual atau copy-paste ke  PowerPoint. 

10. Scheduled Refresh 

Dom Analytics dapat diatur untuk memperbarui rekap data secara otomatis setiap hari. Jadi  ketika manajer membuka dashboard di pagi hari, data yang tersaji sudah yang paling baru  tanpa perlu melakukan apa-apa secara manual.

Perbandingan: Dom Analytics vs Cara Konvensional 

Aspek Cara Konvensional (Manual) Dom Analytics
Sumber dataDigabung manual dari file  CSV/ExcelImport otomatis dari ekspor POS
Pembuatan  laporan1-3 jam per laporan Real-time, tersedia setiap saat
Pemantauan  stokTidak ada sistem peringatanStock Alert otomatis dengan status  KRITIS
Eksplorasi data Terbatas, perlu ubah formulaFilter dinamis dan drill-down  dengan klik
Prediksi  kebutuhanTidak ada atau hitung manual Forecasting SMA bawaan sistem
Akses laporan Export manual ke PDF atau PPTSatu klik ekspor langsung dari  dashboard
Pembaruan data Diperbarui manual oleh timScheduled refresh otomatis setiap  hari

Bagaimana Cara Menggunakannya? 

Alur penggunaan Dom Analytics dirancang sesederhana mungkin: 

1. Import data dari ekspor POS Griyo dalam format CSV melalui fitur drag-and-drop 2. Pantau KPI di halaman dashboard untuk melihat kondisi bisnis secara keseluruhan 3. Eksplorasi data dengan filter dinamis dan drill-down sesuai kebutuhan analisis 4. Cek inventory alert untuk memastikan tidak ada bahan baku yang mendekati kritis 5. Ekspor laporan atau biarkan scheduled refresh bekerja otomatis keesokan harinya 

Apa yang Berubah Setelah Pakai Dom Analytics? Dengan Dom Analytics, manajer DOM Social Hub bisa membuka dashboard di pagi hari dan  langsung tahu: produk apa yang paling laku kemarin, jam berapa kafe paling ramai, bahan  baku mana yang perlu segera direstok, dan apakah target pendapatan minggu ini sudah  tercapai.

Pemborosan stok susu segar yang tadinya mencapai 15% bisa ditekan karena sistem sudah  memberikan peringatan jauh sebelum bahan baku mencapai batas kritis. Keputusan bisnis  yang tadinya butuh berhari-hari untuk dikompilasi, kini bisa diambil dalam hitungan menit. 

Penutup 

Dom Analytics dibangun dengan satu keyakinan sederhana: data yang baik seharusnya bisa  diakses dan dipahami oleh siapa saja, bukan hanya tim IT atau analis data. Proyek ini dikembangkan oleh Maulana Aulia Rahman, Fredy Fajar Adi Putra, dan  Muhammad Yudi Setiawan dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang,  sebagai bagian dari Kerja Praktek di DOM Social Hub, Tangerang. 

Jika anda tertarik dengan Dom Analytics atau ingin mengikuti perkembangan lebih lanjut,  pantau terus update dari tim kami. Kami terbuka untuk masukan, kolaborasi, dan diskusi dari  siapa pun yang ingin bisnisnya tumbuh lebih cerdas berbasis data.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *